UNS Solo Sukses Gelar Kejuaraan Taekwondo Nasional

Nov, 05 2019
Info Kejuaraan

Universitas Sebelas Maret (UNS) Taekwondo Championship VI 2019 sukses digelar. Kejuaraan Taekwondo Nasional  bagi pelajar dan mahasiswa yang berlangsung 1 – 3 November 2019 ini diikuti oleh 5 propinsi di Indonesia dan mendapat animo luar biasa dari para peserta. Tercatat, 1.257 peserta dari seluruh Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan dua tahunan yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UNS di Sritex Arena, Solo tersebut. Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Bali, dan D.I. Yogyakarta.

Kejuaraan dibuka oleh wakil ketua Umum PBTI, Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST, dihadiri pula oleh Prof. Dr. Kuncoro D, mewakili pihak rektorat, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (kabid Binpres) Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Tengah Dr. Singgih Hendarto, MPd beserta jajaran pengurus, DANDIM 0735 Surakarta Letkol Inf Wiyata S. Aji.

Dalam sambutannya mewakili Ketua Umum PBTI, Noor Fadjari mengungkapkan apresiasinya atas penyelenggaraan kejuaraan taekwondo yang sudah ke 6 kalinya digelar oleh UNS. Dan setiap kejuaraan selalu mengalami peningkatan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Untuk itu dirinya berharap UNS dan tim penyelenggara kejuaraan ini agar senantiasa untuk terus mempertahankan dan meningkatkan mutu kejuaraan. Apalagi prgram PBTI kedepan adalah menetapkan agenda kejuaraan yang klasifikasinya nasional yang selama ini sukses dilaksanakan, akan menjadi kalender wajib yang akan menjadi salah satu barometer bagi PBTI untuk fokus mengidentifikasi bakat dan prestasi atlet taekwondo nasional.

Sementara itu, panitia penyelenggara kejuaraan, Maharani Kurnia Retnani Putri, mengatakan bahwa tujuan utama penyelenggaraan kejuaraan yang rutin digelar ini adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan atmosfir olahraga bela diri asal Korea Selatan itu. Diharapkan selain animo dari masyarakat, Dari ajang ini juga diharapkan dapat memberikan pengalaman berarti bagi para atlet, sekaligus dapat mengidentifikasi munculnya bibit-bibit atlet masa depan yang berkualitas.

Kejuaraan ini secara umum mempertandingkan dua kategori yakni kyorugi (tarung) dan poomsae (seni/jurus). Yang diklasifikasi lagi kedalam kategori umur dan berat badan. Di kategori kyorugi, panitia membagi menjadi Pelajar A (usia 7-9 tahun dan 10-12 tahun), Pelajar B (13-15 tahun), Pelajar C (16-18 tahun), dan Mahasiswa. Masing-masing subkategori itu dibagi lagi sesuai berat badan peserta.

Sementara di kategori poomsae, panitia membagi menjadi individual, pair (pasangan), dan beregu. Subkategori individual dibagi dalam empat divisi yaitu Pelajar A, Pelajar B, Pelajar C, dan Mahasiswa. Subkategori pasangan dan beregu masing-masing dibagi dalam dua divisi yaitu Pelajar C dan Mahasiswa.

Di kejuaraan ini, para peserta pelajar hadir mewakili sekolah maupun dojang atau kliubnya masing-masing. Sementara peserta dari mahasiswa wajib mewakili universitas atau perguruan tinggi mereka masing-masing.

Ditambahkan Maharani Kurnia Retnani Putri, kejuaraan ini menurutnya bisa jadi tolok ukur prestasi karena panitia mempersilakan atlet dari Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP), Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP), Sekolah Khusus Olahraga (SKO), atlet yang masuk Pelatda, maupun Pelatnas ambil bagian. Selain itu, panitia menggunakan peraturan terbaru yang mengacu pada World Taekwondo Competition Rules untuk kyorugi dan Taekwondo Rules and Interpretation untuk poomsae.

Dikejuaraan ini, tuan rumah UNS Solo gagal meraih juara umum I kategori mahasiswa di ajang Universitas Sebelah Maret (UNS) Taekwondo Championship VI 2019. Mereka hanya mampu bertengger di posisi juara III setelah mengumpulkan tiga emas dan satu perunggu. UNS gagal bersaing dengan Universitas Semarang (USM) yang menjadi juara umum I dan UPI Bandung yang berada di peringkat II. USM mengoleksi lima medali emas, sementara UPI Bandung meraih empat emas, empat perak, dan tiga perunggu. Padahal tahun ini, UNS menurunkan tiga tim dan mematok target juara umum I.

Pelatih taekwondo UNS, Alim Rojaya, mengatakan atlet yang diturunkan di ajang tersebut gagal bersaing dengan peserta lain. Selain karena perimbangan kekuatan yang semakin ketat, mental atlet juga belum matang.

“Ada kendala di materi latihan dan integrasi secara keseluruhan,” ujarnya

Di sisi lain, kontingen taekwondo Kota Solo sukses menyabet gelar juara umum II kategori pelajar. Mereka mengoleksi tujuh medali emas, delapan perak, dan 10 perunggu. Mereka kalah dari Kota Semarang yang berhasil mengumpulkan 12 emas, 10 perak, dan 10 perunggu.

Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Solo, Donny Susanto, mengaku puas dengan prestasi yang diraih para atlet. Ia menjabarkan, beberapa atlet yang masuk tim inti Kota Solo didaulat mewakili Jawa Tengah di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) bulan ini.

“Ada enam atlet Solo yang saat ini mengikuti pemusatan latihan di Semarang. Selain itu, banyak atlet Solo yang fokus mengikuti Popda pekan depan,” tuturnya.