Rock Star Gym (RSG) Laksanakan UKT Geup dan Bersiap Gelar Rocklympic Games

Nov, 05 2019
Info Dojang

Diikuti sebanyak 586 peserta, Rock Star Gym (RSG) menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Geup yang berlokasi di Lippo Mall Puri, Kembangan, Kebun Jeruk Jakarta Barat 3/11. Para peserta yang berasal dari berbagai klub RSG di berbagai tempat di Jabodetabek ini diuji kompetensinya oleh Master Ferdiansyah, Sabeum Nim Edy Djunaedi dan Sabeum Nim Anggun Bhirowo. Selain Taekguk, ujian juga disertai dengan, test kyorugi dan kyukpa.

 

Menurut salah seorang pelatih sekaligus penguji di RSG, Edy Djunaedi mengatakan,  UKT di RSG penilaiannya didasari bukan saja dari hasil Ujian teori dan praktek saat UKT. Tapi sejauh ini juga berasal dari apa yang terlihat dari hasil evaluasi belajar mereka yang tercatat kedalam  EAC (Electronic Appraisal Card), yang berfungsi bukan saja sebagai absensi (kelayakan untuk mengikuti ujian) tapi juga berisi berbagai komponen yang berguna bagi pelatih untuk menentukan apakah siswa layak atau tidak mengikuti UKT.

 

“Progress latihan dan hal-hal lainnya yang menjadi indikator penilaian bagi pelatih yang terdapat dalam EAC merupakan dasar bagi pelatih untuk menentukan sejauhmana keseriusan para siswa untuk mengikuti program latihan yang dilaksanakan di RSG.” Ujar Edy.

 

Hadir dalam UKT kali ini adalah Sekretaris Umum Pengprov TI DKI Jakarta, Bapak Yudha. Dalam sambutannya mewakili Ketua Umum Taekwondo Indonesia DKI Jakarta, beliau menyampaikan apresiasinya kepada Rock Star Gym (RSG) yang telah membina para atlet dengan cara yang sangat professional dan update pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kepelatihan. Harapannya, para atlet di RSG nantinya juga dapat ikut berkontribusi dalam memproduksi atlet berkualitas untuk mewakili Taekwondo DKI di event nasional, sekaligus memberikan kontribusi atlet bagi pelatnas taekwondo Indonesia.

 

“RSG adalah salah satu contoh bagaimana sebuah klub taekwondo dikelola secara professional dengan pendekatan kolaboratif antara kurikulum latihan taekwondo yang mengedepankan aspek technical skill, dengan pola pendidikan tumbuh kembang anak.” Ujar Yudha.

 

 Lebih lanjut Yudha mengatakan bahwa kegiatan UKT ini mungkin saja bisa lebih semarak dan terlihat begitu massif melibatkan klub, atlet, pelatih dan para orang tua, jika dilaksanakan di luar dalam bentuk Gashuku.

 

Dengan kegiatan di luar, mungkin akan lebih banyak menarik minat masyarakat untuk bergabung nantinya.” Terang Yudha.

 

Dirinya juga mengapresiasi keterlibatan para orang tua yang concern pada persoalan tumbuh kembang anak-anaknya dengan memberikan kepercayaan kepada RSG untuk dibina dan di didik berlatih taekwondo. Menurutnya, ada bayak manfaat selain mereka memiliki bekal ilmu bela diri dan prestasi olahraga di taekwondo nantinya. Manfaat tersebut adalah disiplin dan pembentukan character building anak-anak yang terbina dengan baik di RSG ini. Tentu menurutnya ini menjadi bekal bagi mereka dan harapan bagi orang tua dalam menjaga anak-anaknya dari berbagai kemungkinan bahaya negatif pergaulan bebas, bahaya narkoba dan perilaku negatif lainnya. Dengan berlatih, harapannya para siswa nantinya dapat memiliki kepribadian dan karakter positif dan ksatria yang dapat memberikan niai-nilai positif dalam bermasyarakat.

 

Terkait dengan hal tersebut, Bapak Yudha berharap kolaborasi konstruktif antara orang tua, pelatih dan manajemen klub harus terjalin secara sinergis dalam rangka berbagai proram, baik itu program latihan, tryout, kejuaraan dan kegiatan-kegiatan lainnya, dapat  terimplementasi dengan baik.

 

Seperti diketahui klub RSG  yang tersebar di Jabodetabek memiliki dua genre. Genre sport dan genre activity. Genre sport antara lain Taekwondo, Basket, Renang dan Gymnastic. Sedangkan genre activity antara lain Dance, Balet, dan Rockfit. Untuk genre sport taekwondo, selain UKT, program lainya adalah mengikuti kejuaraan dan tryout yang sudah diagendakan oleh manajemen dengan melibatkan partisipasi orang tua siswa.

 

Selain itu dalam lingkup internal RSG, juga ada kegiatan yang dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan, yakni Rocklympic (Olimpiade Rockstargym) yang rutin digelar. Selain sebagai ajang untuk membangun semangat sportifitas antar klub ajang RockOlympic Games juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun persaingan yang positif melalui atmosfir kompetisi yang sehat, dinamis. Selain itu, ajang ini juga merupakan upaya upaya untuk mengidentifikasi dan melihat bakat serta potensi kualitas tumbuh kembang anak yang secara konstruktif selama ini diproduksi melalui program latihan yang berbasis sport & Activity science.  

 

Menurut CEO RSG, Jhon Franklin, RockOlympics merupakan momentum proses pembelajaran sekaligus pengalaman bagi para siswa anggota klub/member RSG untuk membuktikan potensi dan kualitas jati dirinya sesuai dengan level usia dan genre yang diikutinya. Dari ajang inilah nanti potensi dan kualitas anggota klub/ member di berbagai klub diuji menjadi yang terbaik. Dengan kata lain, RockOlympics  menjadi ajang pembuktian para pelatih dalam menjalankan programnya selama ini. Dan seperti pelaksanaan Rocklympic 2018 lalu, bagi anggota klub dan anggota member yang berhasil menjadi yang terbaik di ajang ini, akan diiikutsertakan dalam ajang RockOlympic di level yang lebih tinggi, yakni klub RSG antar negara.