POPNAS XV 2019 Cabor Taekwondo, DKI Jakarta Raih Juara Umum Sukses Geser Dominasi Jabar

Nov, 21 2019
Info Taekwondo Daerah

Kontingen taekwondo DKI Jakarta sukses merebut juara umum di ajang multi event pelajar tingkat nasional POPNAS XV 2019 yang berakhir kemarin di Pendulum IPC Residence and Convention Gadog Puncak, Ciawi Bogor, Jawa Barat 20/11. Kontingen Taekwondo DKI Jakarta bertengger di peringkat pertama, menggeser posisi Jawa Barat yang beberapa tahun terakhir mendominasi cabor taekwondo diberbagai turnamen di tanah air. Diluar dugaan kontingen DKI Jakarta dapat melewati target yang dibebankan KONI DKI yakni 4 emas malah meraih total 11 medali dengan raihan 7 emas, 3 perak dan 3 perunggu. Disusul peringkat kedua kontingen Jawa Barat dengan raihan 3 emas, 5 perak dan 3 perunggu. Peringkat ketiga ditempati oleh kontingen Jawa Timur dengan 3 emas, 2 perak dan 4 perunggu, di ikuti propinsi Banten dengan 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Ke-11 medali direbut di nomor Kyorugi (tarung). Medali yang berhasil diraih oleh kontingen taekwondo DKI Jakarta sejak hari pertama, dipersembahkan oleh Sabiq Taqy dikelas U-68 (Emas), Deani Lubay dikelas U-44 (Perak) dan Tamara dikelas U-49 (Perunggu). Dihari kedua, persembahan medali diraih oleh atlet atas nama Alif Putra dikelas Over 78 (Emas), Indira Tyas dikelas U-52 (Perak) dan Dhamytha dikelas U-46 (Perak) serta Trywahyudi dikelas U-51 (Perunggu). Sedangkan di hari ketiga atau hari terakhir, medali dipersembahkan oleh Bandri dikelas U-63 (Emas), Feltta dikelas U-42 (Emas), Raffaya dikelas U-55 (Emas), Miftah dikelas U-63 (Emas) dan Haifa dikelas U-68 (Emas) serta Dhimas dikelas U-51 (Perunggu).

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Taekwondo Indonesia DKI Jakarta Djunaedi Tanjung, hasil POPNAS XV 2019 ini merupakan sejarah bagi taekwondo DKI Jakarta. Sebab sejak 5 tahun terakhir berbagai turnamen taekwondo di Indonesia, baik itu multi event maupun open turnamen, selalu didominasi oleh propinsi Jawa Barat. Namun demikian, dirinya tetap optimis, dengan strategi pembinaan yang tepat, taekwondo DKI Jakarta bisa bersaing ketat. Terbukti di ajang POPNAS 2019 ini, dimana para atlet merupakan para pelajar dari proyek PPOP DKI Jakarta, berhasil membuktikannya. 

Ditambahkannya, capaian hasil ini juga membuktikan bahwa jika semua elemen taekwondo DKI solid dan bersatu memajukan taekwondo DKI Jakarta, maka sebenarnya DKI memiliki potensi yang luar biasa untuk kembali tampil menjadi yang terbaik di berbagai turnamen-turnamen berikutnya. Oleh karena itu dirinya berterima kasih atas segala kontribusi, baik masukan dan kritikan selama ini dari seluruh komponen TI di DKI Jakarta, baik dari para Pembina klub, pelatih, bahkan tokoh-tokoh senior untuk mengembalikan semangat persatuan TI di DKI guna meningkatkan strategi pembinaan dan prestasi taekwondo di DKI Jakarta.

“Capaian hasil POPNAS ini merupakan pintu masuk bagi Pengprov TI DKI Jakarta untuk optimis kedepan mengenai arah dan strategi pembinaan prestasi TI DKI Jakarta dalam menghadapi event-event selanjutnya. Daerah lain tentu juga melakukan hal yang sama. Oleh karenanya terus berbenah dan berevaluasi yang dibarengi dengan semangat menerima masukan untuk bersama memajukan prestasi TI adalah kunci keberhasilan sekaligus bekal untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi TI DKI. Apalagi masih banyak Pekerjaan rumah yang harus terus diperbaiki, terutama untuk kategori poomsae yang harus di tingkatkan prestasinya” Ujar Djunaedi Tanjung. 

Lebih lanjut Djunaedi Tanjung menjelaskan bahwa pencapaian hasil di POPNAS 2019  ini adalah buah dari program pembinaan di DKI yang sudah berjalan sesuai dengan yang digariskan. Mereka yang turun di ajang ini merupakan atlet junior dari PPOP yang dipersiapkan sebagai lapis kedua atlet Pelatda DKI. Seperti diketahui, DKI menurutnya memiliki tiga kantong pembinaan, yakni Atlet PPOP (pelajar), PPLM (Mahasiswa) dan Pelatda 

“Begitu  mereka lulus SMA mereka akan masuk menggantikan atlet senior sesuai dengan progress pencapaian prestasi mereka yang nantinya masuk sesuai hasil program promosi dan degradasi atlet Pelatda DKI. Sebenarnya kualitas atlet PPOP dan PPLM tidak jauh berbeda potensi skill dan kemampuannya, tinggal program dan strategi pengembangan saja yang perlu dilakukan lebih terarah kepada mereka, sehingga gap yang tidak terlalu jauh dengan atlet senior yang ada di Pelatda” Terang Djunaedi Tanjung atau biasa di sapa Coki ini. 

Terkait dengan Hasil POPNAS XV 2019 ini, Ketua Umum Taekwondo Indonesia (TI) DKI Jakarta, Mayjen TNI Ivan Ronald Palealu, SE, MM, beserta seluruh jajaran pengurus TI DKI Jakarta mengucapkan apresiasinya kepada seluruh atlet, pelatih dan seluruh tim official yang terlibat. Semoga ini menjadi catatan optimis TI DKI Jakarta untuk makin berprestasi dalam menghadapi PON XX di Papua 2020 mendatang.