PBTI Gelar Pendidikan Kepelatihan Tingkat Nasional Khusus Mantan Atlet Nasional

Nov, 25 2019
Info PBTI

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) melalui Bidang Pendidikan Latihan dan Pengembangan (Diklatbang) menyelenggarakan program pendidikan kepelatihan  Tingkat Nasional Khusus Mantan Atlet Nasional yang berlangsung dari di Wiladatika, CIbubur 22  - 24 November 2019. Pendidikan kepelatihan kali ini diikuti 70 orang dari 25 provinsi yang terdiri dari 57 putra dan 13 putri.

Diklat dibuka oleh Wakil Ketua Umum PBTI Komjen Pol (Purn) Syafrizal Achyar. Dalam arahannya, beliau memberikan motivasi mengenai peran pelatih dalam membina dan mengembangkan potensi para atlet, sekaligus memberikan gambaran mengenai bagaimana orientasi seorang pelatih dalam upaya mendukung kinerja kepelatihannya dengan bekal ilmu dan pengetahuan tentang kompetensi kepelatihan. Sehingga diharapkan dengan bekal itu, pelatih dapat mampu maksimal menjalankan peran dan fungsinya sebagai seorang pelatih yang kompeten dan memiliki integritas tinggi dalam mengemban tugas profesinya sebagai seorang pelatih.

Sementara itu, menurut Ketua Komisi Kepelatihan PBTI, Ina Febriana Sari, tujuan dari Program  Pendidikan Kepelatihan ini adalah untuk memberdayakan dan membekali ilmu kepelatihan kepada mantan atlet Nasional, sekaligus menciptakan lapisan-lapisan pelatih Nasional dan Pelatih daerah dari level pelatih Senior, Junior dan Cadet. Selain itu program ini juga diperuntukkan bagi para pelatih yang nantinya secara khusus membina para atlet berkebutuhan khusus dan pelatih yang secara khusus membina tim demonstrasi yang berbasis prestasi. 

“PBTI melihat bahwa mereka para mantan atlet pelatnas memiliki pengalaman internasional dan bekal dilatih oleh  para pelatih-pelatih berkualitas. Pengalaman menjadi atlet itulah yang akan kemudian di transformasi oleh mereka sebagai seorang pelatih. Olehkarena itu maka bekal menjadi seorang pelatih harus dimulai dari pemahaman mereka sebagai pelatih yang mengerti metodologi kepelatihan.” Ujar Ina.

Ditambahkan Ina, bahwa bekal penataran kepelatihan ini diharapkan juga disosialisasikan ke daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau oleh PBTI. Kegiatan ini melibatkan instruktur dari dalam PBTI dan beberapa pakar di bidangnya masing-masing antara lain, Dr.Dikdik Zafar, M.Pd (Specialis periodesasi program latihan), Dr.Fahmy Fachrezzy,M.Pd (specialist fisik program), Mury Kuswary, SPd, M.Si (ahli nutrisi) dan Dr. Bagus Sulistyo SpKJ, MKes. (Psycholog), serta Master Oh Il Nam (mantan pelatih Team Nasional Samsung-Korea).

Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H Thamrin Marzuki, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan apresisinya kepada seluruh peserta yang telah mengorbankan waktu untuk bersedia hadir mengikuti penataran kepelatihan ini. Menurutnya, penataran ini penting  untuk membekali para pelatih yang sebagian besar merupakan mantan atlet nasional, agar memiliki persepsi yang sama tentang target dan orientasi kepelatihan yang menjadi bagian dari program kerja PBTI. 

“Semoga kegiatan ini akan memberikan nilai positif bagi pertumbuhan dan perkembangan olahraga taekwondo di Indonesia saat ini dan dimasa yang akan datang.” Ujar Bapak Thamrin Marzuki.

Lebih lanjut Ketua Umum PBTI Mengatakan bahwa kita baru saja menyelenggarakan event Pra PON dan mengikuti kejuaraan - kejuaraan Internasional diantaranya, kejuaraan Chuncheon Korea, Universiade Dunia di Napoli, Yunior Asia di Jordan dan di Vietnam, dan sebentar lagi  kita akan mengikuti Sea Games Manila dan menyelenggarakan PON di Papua. Berbagai macam event di atas hasilnya dapat kita jadikan tolok ukur kemampuan para pelatih tingkat nasional kita dalam menyiapkan atletnya. Hasil pertandingan dari berbagai macam event tersebut di atas menunjukkan bahwa kualitas pelatih nasional kita sudah cukup baik. Oleh karena itu, dengan diklat kepelatihan nasional ini diharapkan kemampuan pelatih tingkat nasional kita akan jauh lebih baik.

"Dengan diklat kepelatihan nasional ini, jumlah pelatih tingkat nasional kita akan semakin banyak dan kualitasnya akan semakin baik. Sehingga ke depan, kita tidak hanya memiliki banyak pelatih tingkat nasional saja, tetapi juga siap mengirimkan mereka untuk mengikuti diklat pelatih tingkat internasional." Terang Bapak Thamrin