Jabar Special Need Taekwondo Championships 2019 Sukses Digelar di Bandung, Jawa Barat

Oct, 15 2019
Info Kejuaraan

Guna memfasilitasi bakat dan potensi Atlet Berkebutuhan Khusus (ABK) dari ragam klasifikasi, Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Barat bekerjasama sama dengan organisasi "Cahaya Prestasi Humaniora Indonesia" menggelar kejuaraan taekwondo bagi Atlet Berkebutuhan Khusus yang bertajuk “Jabar Special Need Taekwondo Championships 2019” di GOR Laga Tangkas Sport Arcamanik, Bandung Jawa Barat (13/4)

 

Kejuaraan yang baru pertama kali digelar ini diikuti oleh 22 peserta dari berbagai daerah antara lain Kota Bekasi, Cirebon, Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan beberapa daerah lainnya. Adapun kategori yang  dipertandingkan adalah olah jurus (Poomsae) dan tarung (Kyorugi). Kejuaraan ini mengusung tema " The Power of Heart" yang menggambarkan hati atau jiwa yang besar untuk menangani , memfasilitasi anak-anak disabilitas  untuk meraih potensinya, sehingga dapat mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya masing-masing. Tidak terkecuali melalui aktivitas taekwondo. 

 

Yang menarik dalam kejuaraan ini adalah standard pertandingan sudah menggunakan semua klasifikasi yang mengacu kepada World Taekwondo - PARA  (WT - Para) dan Deaf Lympic. WT - Para adalah organisasi taekwondo dunia untuk atlet berkebutuhan khusus dari semua klasifikasi. Sedangkan Deaf Lympic adalah organisasi taekwondo dunia khusus bagi para atlet tuna rungu.

 

Menurut penanggung jawab kejuaraan Hanu Resinurjati, kejuaraan ini diselenggarakan dalam rangka untuk memberikan apresiasi kepada para atlet berkebutuhan khusus untuk dapat berprestasi menekuni olahraga taekwondo. Termasuk dalam hal ini juga memberikan apresiasi kepada para pembina, pelatih dan semua pihak yang mampu mengajak dan membina mereka yang berkebutuhan khusus dari berbagai ragam klasifikasi di cabang olahraga taekwondo. Dari tuna rungu, tuna netra, tuna grahita, Autis, Tuna Daksa dan disabilitas. Apresiasi perlu diberikan untuk terus menjaga semangat dan motivasi kepada mereka yang begiat menjalankan aktivitas mulia ini. Dari aktivitas yang tidak biasa menjadi aktivitas yang biasa yang memerlukan pola pembinaan yang fokus, dibarengi dengan kesabaran dan aktivitas berlatih dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Dalam konteks itulah organisasi "Cahaya Prestasi Humaniora Indonesia" sebagai organisasi yang memfasilitasi ragam aktivitas para ABK ini bertekad menjadikan insan ABK juga dapat berprestasi bukan saja ditingkat nasional, tapi juga regional dan internasional. Organisasi ini membuktikan pada bangsa Indonesia dan dunia bahwa taekwondo disabilitas Indonesia ada dan siap bersaing di event Internasional. 

 

Ditambahkan Hanu, kejuaraan taekwondo atlet bekebutuhan khusus ini secara umum bertujuan memberikan kesempatan yang sama untuk para taekwondo  disabilitas untuk mempresentasikan kemampuannya di dalam pertanduingan, sehingga kedepannya mampu bersaing di tingkat daerah, nasional dan internasional.

 

"Misi kejuaraan ini adalah memberikan pesan kepada masyarakat Indonesia bahwa taekwondo disabilitas itu ada, dengan dua wadah besar, yakni para taekwondo yang muaranya di paralympic dan deaf taekwondon yang muaranya di deaflympic ". Terang Hanu.

 

Lebih lanjut Hanu juga menegaskan bahwa misi tujuan kejuaraan ini adalah juga memberikan pesan bagi wadah-wadah terkait untuk segera memfasilitasi atlet para dan deaf taekwondo sehingga mereka bisa berprestasi di ajang yag lebih tinggi lagi. Dan yang utama menurut Hanu tujuan dari dilaksanakannya kejuaraan ini adaah untuk membuka ata daerah-daerah lain di Indonesia untuk segera melakukan program pembinaan bagi para atlet berkebutuhan khusus, hal ini juga sesuai dengan amanat UU No 8 tahun 2016 dimana disabilitas harus endapatkan hak yang sama dalam kesempatan , pelatihan, pembinaan, kejuaraan dan penghargaan. Tidak terkecuali dalam aktivitas olahraga taekwondo.

 

Dilain pihak menurut Ketua Harian Pengurus Propinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia Jawa Barat, Divie mengatakan bahwa Pengprov Jabar menyambut baik dan mendukung digelarnya kejuaraan Special Needs Taekwondo Championships 2019 ini. Apalagi ini merupakan kejuaraan yang untuk pertama kalinya di laksanakan, dan Bandung, Jawa Barat menjadi tuan rumah. Dirinya berharap dengan adanya eksistensi sekaligus prestasi para ABK dalam cabang olahraga taekwondo melalui ajang kejuaraan-kejuaraan seperti ini, harapanya nanti kita juga memiliki atlet nasional yang bisa mewakili Indonesia di ajang-ajang resmi kejuaraan internasional berkebutuhan khusus. Oleh karenanya, dirinya juga menyambut baik makin dibukanya kesempatan kejuaraan-kejuaraan serupa di daerah-daerah lain untuk mendorong adanya atmosfir dan potensi yang lebih besar dari keberadan para ABK. Namun Divi mengingatkan bahwa selain wadah pembinaan dan kejuaraan, yang perlu disiapkan juga adalah instrumen dan berbagai peraturan yang dibuat oleh PBTI yang nantinya bisa menjadi standard pertandingan dalam kejuaraan-kejuaraan taekwondo ABK.

 

“Jadi jika ada jenjang ke nasional dan internasional, taekwondo Indonesia perlu melakukan kolaborasi sekaligus mengadopsi regulasinya untuk bisa sampai kearah sana”. Ujar Divi.

 

Atlet terbaik Kyorugi putra. dari hasil kejuaraan ini diraih oleh Muhammad Ary Pura dari klasifikasi tuna rungu yang bertanding di kelas U 48 Kg.  Sedangkan atlet Kyorugi terbaik putri diraih oleh Restu L Asri dari klasifikasi tuna rungu yang bertanding di kelas U - 60 Kg.  Adapun atlet terbaik poomsae diraih oleh Faaiza Azzahra Ardhyagharin asal Kota Bekasi.  Sementara itu, atlet tarbaik jatuh ditangan Yunissa Rahma dari kota Cirebon.