GM Ina Febriana Sari, Bukan Cuma Bisa Menilai, Wasit Juga Harus Mampu Buktikan Kompetensinya Sebagai Praktisi Taekwondo

Jul, 16 2018
Wawasan & Motivasi

Wasit atau pengadil dilapangan memang menjadi profesi amat strategis bagi sebuah pertandingan. Tak terkecuali pertandingan di cabor taekwondo. Karena ditangannyalah sebuah keputusan penting diambil tentang sebuah kemenangan. Oleh karena itu, wasit disamping harus menguasai teknik penilaian dan aturan dalam suatu pertandingan, dirinya juga harus paham bagaimana sebuah skill atau teknik diukur dalam perspektif  standard baku penilaian yang sudah ditentukan parameternya oleh badan dunia tentang aturan penilaian pertandingan. 

Kecakapan seorang wasit itulah yang melegitimasi dirinya menjadi wasit internasional (International referee) yang disematkan kedalam pundaknya ketika mewakili negaranya memimpin sebuah pertandigan di kejuaraan Internasional.

Selain dalam spektrum diklat atau penyegaran, barangkali penting bagi publik taekwondo untuk melihat seberapa tinggi kemampuan wasit tersebut, sehingga memang dirinya layak dinobatkan sebagai wasit internasional. Komitmen untuk melihat kompetensi wasit inilah yang mendasari digelarnya pemilihan wasit terbaik yang diuji kompetensinya setelah digelarnya Pohang World University Taekwondo Competition.  

Ide besar ini datang dari ketua penyelenggara event tersebut Grand Master Kyung Chan Kim untuk menetapkan wasit wasit terbaik setelah mereka diuji penampilannya. 

Sebanyak 50 wasit poomsae dan kyorugi asal Korea, China, jepang, Iran, Cina Taipe, Myanmar, Mongolia, Macau dan Indonesia akhirnya bertarung untuk memperebutkan predikat ”kredibilitas wasit” tersebut. Bahkan ada wasit internasional Kyorugi dari Filipina, Master Roland G. Campos yang langganan sebagai wasit olimpiade berpartisipasi juga diajang ini.

“Tujuan kami adalah semata untuk memotivasi para wasit untuk menunjukkan kemampuannya tidak cuma bisa menilai, tapi juga dinilai.” Ujar Kim

Indonesia yang diajang tersebut diwakili dua orang wasit Internasional, yakni Grand Master Ina Febriana Sari dan Master Irmawati.

Hasilnya, Pemegang DAN 8 Kukkiwon, Ina Febriana Sari menjadi yang terbaik pertama sebagai wasit Internasional poomsae. Ia di final mengalahkan wasit Internasional asal Jepang. 

Bukti kompetensi inilah yang membaggakan, bahwa sejatinya wasit Internasional asal Indonesia memang tidak berada dalam posisi hanya pelengkap di sebuah ajang atau kejuaraan internasional. Wasit Indonesia juga terbukti memiliki kontribusi besar bagi kualitas penilaian yang berdampak pula bagi kualitas pertandingan internasional.