PBTI Kembali Gelar Diklat Wasit Nasional Kyorugi

Nov, 13 2020
Info PBTI

 

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) bekerjasama dengan Kemenpora RI kembali menggelar Diklat Wasit Nasional yang diselenggarakan di Hotel Mercure Harvestlan, Kuta Bali 9 – 14 November 2020. Pelaksanaan Diklat wasit kali ini, masih merupakan rangkaian dari kegiatan Diklat sebelumnya yang diselenggarakan bulan Oktober lalu. Diklat diikuti oleh 35 wasit nasional terpilih dari berbagai propinsi di Indonesia.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI Yefi Triaji, Diklat ini adalah program yang sudah diagendakan oleh PBTI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan menyegarkan kembali berbagai muatan materi perwasitan yang harus update dengan Peraturan yang dikeluarkan World Taekwondo (WT). Selain itu, kegiatan ini adalah upaya PBTI untuk meningkatkan kapasitas para wasit, agar mereka lebih well organize pada kapasitas leadership-nya sebagai wasit. Apakah sebagai Technical Delegate, CSB, Chief Referee, Review Jury (RJ), maupun sebagai Technical Assistant (TA).

“Kegiatan ini menjadi salah satu dari  persiapan para wasit di cabor taekwondo dalam menghadapi event-event resmi di tahun 20201 antara lain, PON Papua, POPNAS, Sea Games,  mendatang. Asian Indoor Martial Art dan lain-lain, termasuk meenyiapkan para wasit asal Indonesia ketika bertugas sebagai IR di event-event resmi internasional.” Terang Yefi.

Sementara itu, dalam sambutanya Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki mengatakan bahwa wasit menjadi profesi penting dan amat strategis bagi sebuah pertandingan. Tak terkecuali pertandingan di cabor taekwondo. Ditangan wasitlah sebuah keputusan penting diambil tentang hasil dan nilai-nilai obyektifitas sebuah pertandingan.

“Sebesar apapun pertandingan dan sebaik apapun peraturan pertandingan, tidak akan menjadi berkualitas, apalagi dikenang oleh para atlet sebagai sebuah event yang membanggakan, Jika di pertandingan itu, tidak dipimpin oleh para wasit yang kompeten dan memiliki kemampuan sebagai pemimpin dan pengadil pertandingan dengan baik.” Tegas Thamrin Marzuki.

Terkait dengan pemikiran itulah, menurut Thamrin Marzuki, PBTI senantiasa mendudukkan peran dan fungsi wasit sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari program dan pembinaan, serta pengembangan prestasi taekwondo Indonesia. Atlet, wasit dan sistem pertandingan menjadi instrumen penting program PBTI dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Dalam konteks peningkatan kompetensi inilah pendidikan dan kepelatihan para wasit menjadi formula yang terus dikembangkan, terus adaptif dengan perkembangan dan terus ditingkatkan kapasitas serta muatan materi keilmuannya. Sehingga ada proses kesinambungan, silmultan dan terjaga kompetensi dan kredibiitas seorang wasit.

Apalagi tambahnya, dasar kompetensi tersebut menjadi salah satu syarat karir professional praktisi taekwondo, yakni dari menjadi wasit daerah, wasit nasional dan kemudian menjadi wasit internasional. Proses transformatif menjaga kualitas para wasit inilah yang menjadi tanggung jawab penting komisi perwasitan baik di PBTI maupun di Pengprov-Pengprov.

Lebih lanjut Ketua Umum PBTI berpesan kepada para peserta, selain mengikuti kegiatan ini dengan serius, ketua Umum berharap peserta atau para wasit juga bertanggung jawab ikut membagi pengalamannya kepada para junior-junior wasit di daerah agar proses transformasi pengetahuan bisa berlangsung hingga ke para wasit di daerah masing-masing.

“Berikanlah mereka (para wasit didaerah) pengetahuan yang saudara terima disetiap diklat dan penyegaran wasit yang dilselenggarakan, baik oleh PBTI maupun Kemenpora. Hal ini penting saya sampaikan agar tidak terjadi gap yang besar berkaitan dengan masalah regenerasi dan status para wasit, baik yang berstatus sebagai wasit daerah, wasit nasional hingga yang berstatus wasit internasional.” Ujar Ketua Umum

Diklat dibuka oleh Sekretaris Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Dra. Marheni Dyah Kusumawati. MPd. Dalam sambutannya mewakili Menpora RI, dirinya mengucapkan terima kasih atas kerjasama Kemenpora dengan para cabor-cabor, khususnya Cabor Taekwondo yang bisa menggelar diklat ini di Bali. Harapannya kepada peserta agar dapat menyerap materi sebaik-baiknya dan dapat mengembangkannya didaerah masing-masing.

Hadir juga dalam pembukaan, selain para peserta, Kepala dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Propinsi Bali, Ketua Umum KONI Propinsi Bali, Ketua Harian Pengprov TI Bali dan para narasumber pemberi materi,