Master Indra : Papua Butuh Perhatian Serius

Oct, 25 2017
Opini

Ketua Komisi Perwasitan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Tb. Indra Mulia Ari Zuhri mengatakan bahwa Taekwondo Indonesia (TI) di Papua, masih sangat membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Hal tersebut menurutnya karena disamping persoalan keharusan masalah pemerataan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia, juga dikarenakan Papua akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar olahraga nasional, PON XX tahun 2020 mendatang, sementara infrastuktur masih sangat belum siap.

Hal tersebut disampaikan Master Indra ketika beliau menjadi narasumber dalam pelatihan wasit - juri tingkat propinsi Papua yang berlangsung dari taggal 22-26 Oktober 2017 di Hotel Sahid, Entrop, Kota Jayapura.

Ditambahkan Master Indra, salah satu faktor yang masih menjadi Gab, khususnya menyangkut kualitas SDM pelatih dan wasit sehingga berdampak pada kualitas dan sumber daya atlet Papua, adalah minimnya kejuaraan atau event taekwondo disana. Menurut Ketua Komisi Perwasitan yang biasa disapa Master Indra itu, persoalan tersebut memang tidak sepenuhnya bersumber dari Pengurus, tapi lebih disebabkan karena kondisi daerah atau aspek geografis di Papua yang sulit untuk membuat event/ kejuaraan tingkat daerah. Karena faktor geografis itulah persoalan transportasi menjadi kendala utama bagi pelaksanaan event.

“Disamping minimnya infratsruktur dan SDM yang berkualitas, mereka tidak memiliki Porda/Porprov seperti daerah lain, Selain itu, karena minimnya kejuaraan dan belum banyak diketahuinya berbagai aturan pertandingan, dikhawatirkan akan berdampak pada supporter nantinya di Popnas dan PON.” Terang Master Indra. 

Persoalan yang disampaikan Master Indra tersebut adalah salah satu masalah yang paling  mengemuka yang disampaikan oleh peserta pelatihan wasit kepada komisi perwasitan PBTI itu. Dan Master Indra berjanji, akan merekomendasi dan membawa masalah ini kepada pihak terkait, utamanya kepada KONI daerah dan kepada Ketua Umum PBTI untuk dicarikan formulasi solusi yang lebih efektif.

Walaupun sebenarnya PBTI beberapa waktu lalu telah memberikan bantuan peralatan untuk mendorong semangat berlatih para atlet Papua. Selain itu, PBTI melalui Komisi perwasitan dan pelatihan juga sudah menjalankan program dengan sistem pembagian wilayah agar para pelatih dan wasit yang akan melaksanakan Diklat maupun Penyegaran tidak lagi harus datang ke Jakarta atau lokasi yang jauh. Bahkan PBTI mulai tahun lalu telah membuat program Pendidikan dan pelatihan baik bagi para wasit maupun pelatih, gratis alias tidak dipungut bayaran. Bahkan jika daerah mengajukan permohonan instruktur atau pelatih sebagai narasumber, PBTI akan mengiirimkannya, tanpa sedikitpun daerah menanggung biaya untuk pelatih atau narasumber tersebut. Itu semua PBTI lakukan karena memang PBTI bertanggung jawab penuh atas pemerataan, khususnya mengenai kompetensi para wasit dan pelatih di daerah.

Namun demikian, semua itu memanglah tidak cukup jika tidak dibarengi dengan adanya kompetisi atau kejuaraan yang simultan. Oleh karenanya Master Indra mengajak dan mendorong agar daerah lain juga memiliki kepedulian yang sama akan perkembangan olahraga taekwondo di Papua. Utamanya bagi daerah-daerah yang wilayahnya lebih dekat dengan Papua.

Dalam pelatihan wasit ini, Master Indra memberikan pengetahuan baik teori maupun praktek tentang aturan penilaian pertandingan. Ia juga memberikan penekanan tentang pentingnya penambahan materi bagi mereka sebagai bagian dari persiapan Papua di ajang Popnas dan PON 2020 mendatang.