Ditengah Protokol Kesehatan Ketat, TI Bandung Laksanakan UKT di 4 Lokasi Berbeda

Sep, 14 2020
Info Taekwondo Daerah

Pengurus Kota Taekwondo Indonesia (Pengkot TI) Bandung sukses menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Geup di 4 lokasi berbeda di Bandung (13/9). UKT Geup kali ini diikuti sebanyak 1040 peserta dari berbagai tingkatan geup (sabuk), yang biasanya secara normal UKT paling tidak diikuti sekitar 2500 – 3000 peserta.

 

Menurut Ketua Pengkot TI Bandung Dedy Heryadi, pelaksanaan UKT kali ini tetap berada dalam supervisi langsung Pengprov TI Bandung. Apalagi mengingat saat ini UKT dilaksanakan ditengah wabah pandemi covid – 19. Jadi pelaksanaan UKT dilaksanakan dengan sangat ketat sesuai dengan protokol kesehatan.  Dan tentunya seizin aparat terkait dari pemerintah kota Bandung.

 

Oleh karenanya, sesuai dengan aturan yang diberikan oleh Pemkot Bandung, yakni harus minimal 30 persen kapasitas dari Gedung olahraga yang digunakan, maka untuk mengurangi kerumunan massa, UKT dibagi kedalam 4 lokasi, dan rata-rata tiap lokasi kapasitasnya hanya 200 peserta, kecuali di GOR Bandung kapasitasnya sebanyak 400 peserta.

 

Biar aman buat semuanya, selain mengikuti protokol kesehatan, peserta wajib menggunakan masker, dan diperbolehkan menggunakan face shield / glove nitril. Di pintu masuk disediakan tempat cuci tangan dan peserta wajib cuci tangan sekaligus cek suhu tubuh dengan thermo digital, dan ditambah pula dengan menyemprot lagi tangan peserta dengan hand sanitizer. Selesai UKT juga sama begitu prosesnya”. Ujar Dedi.

 

Ditambahkan Dedi, peserta UKT berjarak minimal  2 meter dengan peserta lainnya, termasuk pula dengan para penguji, Selain itu, peserta hadir tidak berbarengan datangnya. Peserta dibagi bagi jam ujiannya berdasarkan geup atau sabuknya. Tiap 15 menit hanya 4-6 orang /meja ujiannya (meja penguji ada 12 dibagi 4 lokasi). Di GOR Bandung terdapat 5 penguji, di GOR Progresif terdapat 3 meja penguji, di GOR BTTC terdapat 2 meja penguji dan di GOR Andromeda terdapat 2 meja penguji.

 

Mengenai peserta yang masih perlu diantar oleh orang tua/ walinya, panitia hanya memperbolehkan 1 orang pengantar saja. Peserta langsung masuk kelokasi ujian, setelah selesai UKT, mereka langsung diperkenankan pulang.

 

Prosedur ketat pelaksanaan protocol kesehatan bukan saja berlaku kepada peserta. Kepada panitia ketentuan protocol juga berlaku sangat ketat.

 

“Untuk kepanitiaan, mereka juga berlaku hal yang sama. masker, cek suhu dan penggunaan hand sanitizer mutlak di lakukan.  Tugas mereka juga kita awasi. Kita perketat tugasnya terutama di pintu masuk, ada yang mengawasi tempat cuci tangan/ semprot hand sanitizer, petugas cek suhu, dan pulangnya ada petugas semprot hand sanitizer, begitu juga didalam yang nunggu harus jaga jarak, atau kalau GOR tidak mencukupi, yang nunggu diluar juga kita awasi supaya jaga jarak.” Tegas Dedi.

 

Para penguji di UKT Geup kali ini adalah mereka yang berlisensi nasional, antara lain, GM Acen Tanuwijaya, Master Agus Saptono, Master Rd Iman S.K Master Beny Handoyo. Untuk di meja penguji kita gabungan penguji yang berlisensi nasional dan Cabang, dan minimal DAN 4 Kukkiwon. Mereka adalah Master Suryana, Master Vito Kalyubi, Master Tjetjep Setiawan, Sbm nim.Siti Fatimah, Sbm nim Bilal Koswara dan Sbm nim Fazza Fitra

 

Terkait dengan suksesnya pelaksanaan UKT Geup ini, Ketua Pengkot TI Bandung Dedi Heryadi mengatakan bahwa pihaknya berharap dengan terselenggaranya UKT ini, paling tidak, ditengah situasi pandemi Covid – 19, para praktisi taekwondo di Kota Bandung tetap semangat dalam berlatih dan mengembangkan kapasitas skill, termasuk semangat  untuk meningkatkan sabuknya melalui keikutsertaannya di UKT.

 

“Pengurus akan selalu berusaha kreatif dan inovatif mengakomodir kebutuhan, termasuk kepentingan para praktisi taekwondo Bandung agar semua aktivitas kegiatan taekwondo tetap berjalan dengan maksimal dan efektif.” Terang Dedi.

 

Dirinya juga berharap agar situasi wabah covid – 19 ini cepat berlalu dan semoga tidak ada dari para taekwondoin, khususnya di kota Bandung yang terpapar Covid – 19.